Penulis : Andrie Wongso
Alkisah, sayup-sayup terdengar suara merdu musik gesek di tengah keramaian jalan di sebuah kota. Orang-orang terhanyut mendengar alunan musik yang terasa menyedihkan di telinga. Selesai memainkan musiknya, terdengar tepuk tangan orang-orang di situ. Pemuda itu pun berdiri dan membungkukkan badannya, mengucap terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Salah seorang penonton setengah baya, yang telah beberapa saat mengamati si pemuda bermain musik, bertanya kepadanya, "Anak muda, engkau tampaknya bukan penduduk sini. Permainan musikmu bagus sekali! Apa yang hendak kamu sampaikan lewat lagu sedih yang kamu mainkan tadi?"
"Saya memang bukan penduduk sini Tuanku, saya dari desa sebelah yang sedang tertimpa musibah."
"Kamu ingin uang receh sebagai gantinya?"
"Tidak Tuanku, tidak. Saya tidak menjual musik demi uang recehan..."
"Lalu untuk apa kamu bermain musik di tengah keramaian ini?" lanjutnya bertanya.
"Sebenarnya, saya bermaksud ingin menjual alat musik ini. Saya sengaja bermain musik agar calon pembeli bisa mendengarkan merdunya alat musik kesayangan saya ini," jawab si pemuda seraya mengangsurkan alat musiknya kepada tuan penanya.
Sambil menerima dan meneliti alat musik tersebut, sang tuan kembali berkata, "Bila alat musik ini kesayanganmu, kenapa engkau rela untuk menjualnya?"
"Tolong saya Tuan, istri saya sedang menunggu kelahiran anak kami. Walaupun alat musik ini adalah harta terakhir yang sangat saya sayangi, tetapi saya tahu, saya pasti lebih mencintai istri dan anak saya. Demi sebuah kehidupan baru, rasanya layaklah pengorbanan ini," jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
Setelah menimbang beberapa saat, sang tuan merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan kepingan emas. "Terimalah uang ini untuk membantu kelahiran anakmu!"
Segera diterimanya uang itu, dan si pemuda berseru gembira: "Terima kasih banyak Tuan! Sebagai hadiah, saya berjanji akan mengajar memainkan alat musik ini kepada Tuan."
Dengan tangan yang lain, alat musik dikembalikan kepada si pemusik.
Si pemuda kebingungan bertanya, "Apa yang salah, Tuan? Anda tadi sudah mendengar suaranya yang merdu kan?"
"Hahaha, saya sengaja membayarmu untuk menyimpan alat musik ini. Karena alat ini tempatnya adalah di tanganmu. Saya yakin, tak seorang pun mengenal dan bisa memainkannya sebagus dirimu. Kerelaan menyerahkan hartamu yang paling berharga, demi cinta yang kau berikan adalah layak untuk upah yang saya berikan kepada kamu."
Si pemuda terbata-bata bertanya, "Tuan, bagaimana saya membalas kebaikan ini?"
"Anak muda, berikan cinta kepada anakmu dan limpahkan kasih sayang kepada istrimu, dengan begitu kamu telah melunasi kebaikanku," ucap tuan penolong sambil beranjak pergi meninggalkan si pemuda yang masih terkesima.
Pembaca yang Luar Biasa,
Mauberkorban bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Lebih lebih, mengorbankan apa yang paling kita senangi. Bisa memberi, apalagi memberi tanpa mengharapkan balasan, ini juga sikap luhur yang tidak mudah untuk dilakukan. Kita memerlukan latihan dan membiasakan diri dalam kesempatan yang ada.
Saya jadi ingat kata-kata mutiara dalam bahasa Inggris: We make a living by what we get but, we make a life by what we give. Kita menjalanikehidupan dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membuat hidup dari apa yang kita berikan.
Mari kita tumbuh kembangkan sikap luhur ini dalam praktik di kehidupan kita.
Saya yakin dan percaya, (dari) apa yang kita beri, pasti ada kelimpahan yang akan kita dapatkan.
Salam sukses luar biasa!!
di salin dari
www.andriewongso.com
Selasa, 19 Oktober 2010
Cerita Motivasi: Lentera Kehidupan Share
Alkisah, suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari mengunjungi sahabatnya yang sedang sakit.
"Hai sobat, aku pulang dulu ya, cepat sembuh deh biar lain kali kita bisa ngobrol lebih lama lagi."
"'Bentar, aku ambilin lentera dulu ya," sahut temannya.
"Hahaha....buat apa lentera? Lentera segede orang pun aku juga nggak bisa lihat. Sudahlah, aku pasti bisa pulang kok!"
"Di luar sudah gelap. Lentera ini untuk orang lain agar bisa melihat kamu, supaya mereka tidak menabrakmu," jawab sahabatnya dengan lembut.
Akhirnya si buta pun membawa lentera itu dalam perjalanan pulangnya.
Tak berapa lama, ada seorang pejalan kaki yang menabraknya. Dalam kagetnya dia berseru:
"Hai! Kamu kan punya mata, beri jalan buat orang buta dong!"
Si penabrak tidak ambil peduli, dan berlalu begitu saja.
Tidak terlalu jauh berjalan, seorang pejalan lainnya kembali menabrak si buta. Kali ini si buta mengumbar marahnya.
"Hai! Apa kamu buta? Tidak bisa melihat ya? Aku membawa lentera ini supaya kamu bisa lihat dan tidak nabrak orang."
Pejalan kaki itu dengan sengit menjawab,"Kamu yang buta! Lihat tuh, lenteramu padam!"
Keduanya sama-sama tertegun.
Si penabrak yang menyadari situasi segera berkata, "Oh oh, maaf. Sayalah yang 'buta', saya sungguh tidak melihat kalau Anda adalah orang buta."
"Tidak, tidak apa. Saya tidak tahu kalau lentera ini padam. Maafkan kata-kata2 kasar saya," jawab si buta tersipu malu.
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali lentera yang dibawa si buta, dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Pada saat yang bersamaan, seorang pejalan kaki kebetulan berada di dekat situ. Dalam keremangan malam, nyaris saja dia menabrak mereka. Dalam hati dia berkata, "Rasanya lain kali aku harus membawa sebuah lentera juga. Jadi aku bisa melihat jalan dengan baik dan orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."
Pembaca yang budiman,
Cerita tadi sesungguhnya mewakili berbagai karakter manusia. Si buta diselubungi kegelapan batin, keangkuhan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak mau mengakui kebebalannya. Tetapi di dalam perjalanan "pulang", dia belajar menjadi bijak. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili ketidakpedulian dan kurang kesadaran. Sedang penabrak kedua mewakili kondisi manusia pada umumnya: saat menyadari kesalahan, segera meminta maaf dan berusaha memperbaikinya.
Lentera melambangkan sinar dan terang!!! Dalam bahasa spiritual melambangkan sebagai kebijaksanaan. Setiap manusia selayaknya menjadi lentera dan terang bagi dirinya sendiri, mampu melindungi diri sendiri, menghindarkan diri dari mara bahaya serta membawa terang bagi insan di sekitarnya.
Karena sesungguhnya, sejuta lentera dapat dinyalakan dari sebuah lentera, tanpa meredupkan sedikit pun terang cahayanya. Demikian pula dengan lentera kebijaksanaan, tak kan pernah habis terbagi.
Salam sukses luar biasa!!!
________
Catatan
Saya membawakan dan membahas cerita di atas, dalam talkshow rutin saya di jaringan radio Sonora, pagi ini (pkl 7-8 WIB). Bagi teman2 yang ingin membaca review/pembahasannya secara lebih lengkap, klik http://www.andriewongso.com/artikel/25/Catatan_Andrie_Wongso/. Bagi yang browsing pakai HP/BB/iPhone/mobile gadgets lainnya, klik m.andriewongso.com (lebih cepat dan mudah, bukanya). Luar biasa!
disalin dari FB
Andrie Wongso
http://www.facebook.com/#!/note.php?note_id=392971069159&comments
"Hai sobat, aku pulang dulu ya, cepat sembuh deh biar lain kali kita bisa ngobrol lebih lama lagi."
"'Bentar, aku ambilin lentera dulu ya," sahut temannya.
"Hahaha....buat apa lentera? Lentera segede orang pun aku juga nggak bisa lihat. Sudahlah, aku pasti bisa pulang kok!"
"Di luar sudah gelap. Lentera ini untuk orang lain agar bisa melihat kamu, supaya mereka tidak menabrakmu," jawab sahabatnya dengan lembut.
Akhirnya si buta pun membawa lentera itu dalam perjalanan pulangnya.
Tak berapa lama, ada seorang pejalan kaki yang menabraknya. Dalam kagetnya dia berseru:
"Hai! Kamu kan punya mata, beri jalan buat orang buta dong!"
Si penabrak tidak ambil peduli, dan berlalu begitu saja.
Tidak terlalu jauh berjalan, seorang pejalan lainnya kembali menabrak si buta. Kali ini si buta mengumbar marahnya.
"Hai! Apa kamu buta? Tidak bisa melihat ya? Aku membawa lentera ini supaya kamu bisa lihat dan tidak nabrak orang."
Pejalan kaki itu dengan sengit menjawab,"Kamu yang buta! Lihat tuh, lenteramu padam!"
Keduanya sama-sama tertegun.
Si penabrak yang menyadari situasi segera berkata, "Oh oh, maaf. Sayalah yang 'buta', saya sungguh tidak melihat kalau Anda adalah orang buta."
"Tidak, tidak apa. Saya tidak tahu kalau lentera ini padam. Maafkan kata-kata2 kasar saya," jawab si buta tersipu malu.
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali lentera yang dibawa si buta, dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Pada saat yang bersamaan, seorang pejalan kaki kebetulan berada di dekat situ. Dalam keremangan malam, nyaris saja dia menabrak mereka. Dalam hati dia berkata, "Rasanya lain kali aku harus membawa sebuah lentera juga. Jadi aku bisa melihat jalan dengan baik dan orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."
Pembaca yang budiman,
Cerita tadi sesungguhnya mewakili berbagai karakter manusia. Si buta diselubungi kegelapan batin, keangkuhan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak mau mengakui kebebalannya. Tetapi di dalam perjalanan "pulang", dia belajar menjadi bijak. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili ketidakpedulian dan kurang kesadaran. Sedang penabrak kedua mewakili kondisi manusia pada umumnya: saat menyadari kesalahan, segera meminta maaf dan berusaha memperbaikinya.
Lentera melambangkan sinar dan terang!!! Dalam bahasa spiritual melambangkan sebagai kebijaksanaan. Setiap manusia selayaknya menjadi lentera dan terang bagi dirinya sendiri, mampu melindungi diri sendiri, menghindarkan diri dari mara bahaya serta membawa terang bagi insan di sekitarnya.
Karena sesungguhnya, sejuta lentera dapat dinyalakan dari sebuah lentera, tanpa meredupkan sedikit pun terang cahayanya. Demikian pula dengan lentera kebijaksanaan, tak kan pernah habis terbagi.
Salam sukses luar biasa!!!
________
Catatan
Saya membawakan dan membahas cerita di atas, dalam talkshow rutin saya di jaringan radio Sonora, pagi ini (pkl 7-8 WIB). Bagi teman2 yang ingin membaca review/pembahasannya secara lebih lengkap, klik http://www.andriewongso.com/artikel/25/Catatan_Andrie_Wongso/. Bagi yang browsing pakai HP/BB/iPhone/mobile gadgets lainnya, klik m.andriewongso.com (lebih cepat dan mudah, bukanya). Luar biasa!
disalin dari FB
Andrie Wongso
http://www.facebook.com/#!/note.php?note_id=392971069159&comments
20 Tanda Kedewasaan
1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
2. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
6. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14. Berusaha memperoleh kepemilikan dan bertanggung jawab atas setiap tindakan pribadi.
15. Mampu mengelola ketakutan diri
16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” di antara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan birahi sesaat.
20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.
copy from Viana
2. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
6. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14. Berusaha memperoleh kepemilikan dan bertanggung jawab atas setiap tindakan pribadi.
15. Mampu mengelola ketakutan diri
16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” di antara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan birahi sesaat.
20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.
copy from Viana
jagalah perkataanmu
Didaerah Pasifik, ada cara unik yang dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon dengan kapak. Jika pohon terlalu besar untuk dipotong dengan kapak, para penduduk setempat akan memaki-maki pohon tersebut. Seseorang yang memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari. Maka akhirnya pohon itu akan mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil. Secara teori mereka membunuh roh pohon tersebut. Dari cerita di atas kita melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon? Jika pohon saja bisa mati karena dikutuki, demikian juga manusia. Banyak orang berteriak dan memaki pasangan hidupnya atau anaknya. Tidak sedikit orang yang kehilangan kesabaran ketika di jalan dan memaki pengendara lain.
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk. Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. "We make a living by what we get. But, we make a life by what we give." Kita menjalani kehidupan dgn
Kita menjalani kehidupan dgn apa yg kita dapatkan. Tetapi, kita membuat hidup dr apa yg kita berikan. Be the best giver and excellent receiver.
from Dhena
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk. Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. "We make a living by what we get. But, we make a life by what we give." Kita menjalani kehidupan dgn
Kita menjalani kehidupan dgn apa yg kita dapatkan. Tetapi, kita membuat hidup dr apa yg kita berikan. Be the best giver and excellent receiver.
from Dhena
Jagalah perkataanmu
Didaerah Pasifik, ada cara unik yang dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon dengan kapak. Jika pohon terlalu besar untuk dipotong dengan kapak, para penduduk setempat akan memaki-maki pohon tersebut. Seseorang yang memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari. Maka akhirnya pohon itu akan mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil. Secara teori mereka membunuh roh pohon tersebut. Dari cerita di atas kita melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon? Jika pohon saja bisa mati karena dikutuki, demikian juga manusia. Banyak orang berteriak dan memaki pasangan hidupnya atau anaknya. Tidak sedikit orang yang kehilangan kesabaran ketika di jalan dan memaki pengendara lain.
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk. Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. "We make a living by what we get. But, we make a life by what we give." Kita menjalani kehidupan dgn
Kita menjalani kehidupan dgn apa yg kita dapatkan. Tetapi, kita membuat hidup dr apa yg kita berikan. Be the best giver and excellent receiver.
from Dhena
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk. Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. "We make a living by what we get. But, we make a life by what we give." Kita menjalani kehidupan dgn
Kita menjalani kehidupan dgn apa yg kita dapatkan. Tetapi, kita membuat hidup dr apa yg kita berikan. Be the best giver and excellent receiver.
from Dhena
Urutan Lahir Menentukan Jodoh
Pernah menyadari bagaimana anak bungsu biasanya berpacaran dengan anak sulung dan sebaliknya? Ini karena memang ada sebagian kepribadian yang ditentukan oleh urutan lahir dan peran dalam keluarga. DrSpock.com membagi tipe kepribadian sebagai berikut:
Anak tertua: Sang pemimpin, bertanggung jawab, berusaha memenuhi harapan orang tua, hidup teratur dan cenderung perfeksionis.
Anak termuda: Bayi keluarga, supel, spontan, terbiasa menjadi pusat perhatian, menyenangkan namun kadang manipulatif.
Anak tengah: Punya lebih sedikit peran dalam keluarga, maka mereka lebih fokus mencari peran di tengah masyarakat, menciptakan komunitas sahabat dan aktif di bidang yang jauh dari lingkup keluarga.
Anak tunggal: Memililki perpaduan sifat anak pertama (perfeksionis, bisa diandalkan) dan anak bungsu (selalu ingin jadi pusat perhatian).
Menurut birthorders.com, dengan mengetahui berbagai tipe ini, Anda bisa mengenali lebih jauh sifat Anda serta siapa yang paling ideal jadi pasangan. Tentunya, cinta bisa datang pada siapa saja. Jika Anda seorang bungsu sedang jatuh cinta pada bungsu lainnya, silakan saja! (mg)
link :
http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/KfZzCCh/?cid=idtd
Anak tertua: Sang pemimpin, bertanggung jawab, berusaha memenuhi harapan orang tua, hidup teratur dan cenderung perfeksionis.
Anak termuda: Bayi keluarga, supel, spontan, terbiasa menjadi pusat perhatian, menyenangkan namun kadang manipulatif.
Anak tengah: Punya lebih sedikit peran dalam keluarga, maka mereka lebih fokus mencari peran di tengah masyarakat, menciptakan komunitas sahabat dan aktif di bidang yang jauh dari lingkup keluarga.
Anak tunggal: Memililki perpaduan sifat anak pertama (perfeksionis, bisa diandalkan) dan anak bungsu (selalu ingin jadi pusat perhatian).
Menurut birthorders.com, dengan mengetahui berbagai tipe ini, Anda bisa mengenali lebih jauh sifat Anda serta siapa yang paling ideal jadi pasangan. Tentunya, cinta bisa datang pada siapa saja. Jika Anda seorang bungsu sedang jatuh cinta pada bungsu lainnya, silakan saja! (mg)
link :
http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/KfZzCCh/?cid=idtd
secangkir susu yang terlambat
(Harus di baca sampai abis coz menyedihkan...:'( )
Ada seorang wanita bernama Acu yg sdh berumah tangga, tinggal jauh sekali dari kota orang tuanya. Acu sgt sibuk dgn karir dan keluarganya sampe2 tdk ada waktu u/ menjenguk org tuanya yg sakit-sakitan. Pada suatu hari, sang ayah menelepon Acu bahwa ibunya sakit parah dan skrg berada di rumah sakit. Mendengar berita tsb Acu pun langsung pulang u/ melihat mama di R.S. Malam itu, Acu minta papa pulang beristirahat biar dia yg menjaga mama di R.S. Karena seharian dgn perjalanan yg amat jauh, Acu pun tertidur nyenyak. Tengah malamnya, sang ibu merasa tdk nyaman pada perutnya dan ingin minum secangkir susu yg hangat, lalu dia meminta Acu u/ membuatnya, karena Acu sangat lelah, maka dia mengata : “Ma, wa cape sekali, masa mama tdk tau tadi wa naik seharian bis lho, besok aja ya ma, besok pagi2 akan wa buatkan.” Lalu Acu juga langsung sambung tidurnya. Keesok paginya, Acu pun bangun awal dan tidak lupa utk membuat secangkir susu yg hangat. Sewaktu Acu membangunkan ibu, herannya sang ibu kok diam saja, Acu cepat2 memanggil dokter, ketika dokter memeriksa keadaan ibu, dia lalu menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa ibu sdh tiada. Acu sgt shock, sedih + nyesal, dia menangis dgn jeritan : "Ma.... saya sdh buatkan susu hangat yg mama minta, ma... bgn lah, minum susunya ma...."
Selama masih ada waktu dan kesempatan gunakan sebaik2nya Jangan Pernah Menunda Apapun itu Mslhnya...sebelum kesempatan itu pergi dan tdk akan kembali selama2nya...perhatikan org disekitarmu yg membutuhkanmu...k/disaat dia sudah pergi...engkau tidak mungkin dpt memberikan apapun kepadanya....
from Rosa L
Ada seorang wanita bernama Acu yg sdh berumah tangga, tinggal jauh sekali dari kota orang tuanya. Acu sgt sibuk dgn karir dan keluarganya sampe2 tdk ada waktu u/ menjenguk org tuanya yg sakit-sakitan. Pada suatu hari, sang ayah menelepon Acu bahwa ibunya sakit parah dan skrg berada di rumah sakit. Mendengar berita tsb Acu pun langsung pulang u/ melihat mama di R.S. Malam itu, Acu minta papa pulang beristirahat biar dia yg menjaga mama di R.S. Karena seharian dgn perjalanan yg amat jauh, Acu pun tertidur nyenyak. Tengah malamnya, sang ibu merasa tdk nyaman pada perutnya dan ingin minum secangkir susu yg hangat, lalu dia meminta Acu u/ membuatnya, karena Acu sangat lelah, maka dia mengata : “Ma, wa cape sekali, masa mama tdk tau tadi wa naik seharian bis lho, besok aja ya ma, besok pagi2 akan wa buatkan.” Lalu Acu juga langsung sambung tidurnya. Keesok paginya, Acu pun bangun awal dan tidak lupa utk membuat secangkir susu yg hangat. Sewaktu Acu membangunkan ibu, herannya sang ibu kok diam saja, Acu cepat2 memanggil dokter, ketika dokter memeriksa keadaan ibu, dia lalu menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa ibu sdh tiada. Acu sgt shock, sedih + nyesal, dia menangis dgn jeritan : "Ma.... saya sdh buatkan susu hangat yg mama minta, ma... bgn lah, minum susunya ma...."
Selama masih ada waktu dan kesempatan gunakan sebaik2nya Jangan Pernah Menunda Apapun itu Mslhnya...sebelum kesempatan itu pergi dan tdk akan kembali selama2nya...perhatikan org disekitarmu yg membutuhkanmu...k/disaat dia sudah pergi...engkau tidak mungkin dpt memberikan apapun kepadanya....
from Rosa L
Langganan:
Postingan (Atom)